Ulama Penguasa

Berikut adalah beberapa riwayat yang seharusnya membantu menyadarkan umat akan adanya perbedaan antara ulama yang benar dan palsu. Kebanyakan dari ulama yang benar pada hari ini, tidak lain berada di dalam tahanan atau di barisan depan pada medan pertempuran.

‘Abdullah Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

“Akan ada penguasa yang kamu kenal dari mereka yang baik dan jahat. Siapa saja yang menentangnya akan selamat. Siapa saja yang berlepas dirinya akan selamat. Dan siapa saja yang bersama dengan mereka akan binasa.” (Dikoleksi oleh Ibnu Abi Syaibah dan At-Tabarani; Al-AlBany dalam “Shahih Al-Jaami’”, Hadits No. 3661)

Abul A’war As-Sulami berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

“Hati-hati terhadap pintu-pintu penguasa; di sana ada kesukaran dan kehinaan.” (Dikoleksi Oleh Ad-Dailamii dan At-Tabaraani; Al-AlBany “As-Silsilah As-Shahiihah, Hadits 1253)

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

Siapa saja yang mendekati pintu-pintu penguasa akan menderita. Siapa dari seorang hamba yang semakin mendekati penguasa, dia hanya memperbesar jarak dari Allah.” (Dikoleksi oleh Ahmad; Al-AlBany dalam “Sahiih at-Targhiib wat-Tarhiib”, hadits no. 2241)

Jaabir Ibnu ‘Abdillah berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda, kepada Ka’ab Ibnu Ujrah,

“Wahai Ka’ab Ibnu Ujrah, Aku mencari lindungan Allah untukmu dari kepemimpinan orang bodoh. Akan ada penguasa,  siapa saja yang datang kepada mereka kemudian membantu mereka dalam kezaliman dan membenarkan kebohongan mereka, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan tidak membantu mereka dalam kezaliman mereka, tidak juga membenarkan kebohongan mereka, maka dia dari golonganku dan aku dari golongannya, dia akan diizinkan menuju ke Haud (Telaga Rosulullah saw. di surga).” (Dikoleksi oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibnu Hibban; Al-AlBany dalam “Shahih At-Targhib wat Tarhib”, Hadits No 2243)

Selain itu, ada berbagai riwayat dari perkataan Shahabat, yang dalam hal ini As-Suyuti telah mengumpulkan dari ‘Ali Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Hudzaifah Ibnu Al-Yaman, dan Abi Dzar, riwayat yang memperingatkan mendekati penguasa atau pintu-pitu penguasa. Lihatlah “Maa Rawahul Asaatiin Fii ‘Adam Al Majii’ Ilas Salaatin”.

Ada begitu banyak dengan pengertian yang sama, berikut beberapa contoh:

Ibnu Mas’ud berkata,

“Siapa saja yang menginginkan kemuliaan diennya, maka dia seharusnya tidak datang kepada penguasa.” (dikoleksi oleh Ad-Daarimi)

Ibnu Mas’ud juga berkata,

“Seorang pria datang kepada penguasa, membawa diennya dengannya, maka pergi tanpa membawa apapun.” (Dikoleksi oleh Al-Bukhari dalam “Taarikh”nya dan Ibnu Sa’ad dalam “At-Tabaqaat”).

Hudzaifah Ibnu Al-Yaman berkata,

“Sungguh! Seharusnya tidak ada diantara kalian yang jalan walaupun satu hasta ke arah penguasa.” (Dikoleksi oleh Ibnu Abii Syaibah)

Dia mengumpukan dari ulama setelah Salaf, riwayat yang sama dari Sufyan At-Tsauri, Sa’id Ibnu Al-Musayyib, Hammad Ibnu Salamah, Al-Hasan Al-Basri, Ibnu Al-Mubarak, Abi Haazim, Al-Awzaa’i  dan Al-Fudhail Ibnu Al ‘Iyaad.

Disini adalah beberapa contoh dari Ulama Salaf:

Sufyan At-Tsauri berkata,

“Jangan pergi, walaupun jika mereka memintamu untuk mengunjungi mereka hanya untuk membacakan ‘qul huwallaahu ahad’.” (Dikoleksi oleh Al-Baihaqi)

Maalik Ibnu Anas berkata,

“Aku bertemu lebih dari 10 dan beberapa Taabi’in, semua dari mereka berkata, jangan pergi kepada mereka, jangan menegur mereka, yang berat ke penguasa.” (Dikoleksi oleh Al-Khatib Al-Baghdaadi dalam “Ruwah Maalik”).

Sufyan At-Tsauri berkata,

“Memandang penguasa adalah sebuah dosa.” (Dikoleksi oleh Abi Ali Al Aamudi dalam “Ta’liiq”nya)

Bisyr Al-Haafi berkata,

“Betapa menjijikkan apakah itu permohonan untuk melihat seorang ulama, tetapi kemudian untuk mendapatkan jawaban bahwa dia berada di pintu penguasa.” (Dikoleksi oleh Al-Baihaqi dalam “Syu’ab Al-Imaan”)

Hal yang masih tersisa adalah masalah bahwa: bukankah berbicara kebenaran di depan penguasa tiran adalah jihad yang paling besar? Jawabnya adalah : ya, tetapi riwayat yang lain menyebutkan mengapa itu adalah jihad yang paling besar dan syahid (bagi pelakunya), karena setelah dia menyerukan kebaikan dan mencegah kemunkaran, penguasa membunuhnya. Ini benar-benar nyata berbicara tentang kebenaran, tidak mengikuti hawa nafsu dan mengunjungi penguasa secara harian sampai ulama tersebut kemudian menjadi penasehat pribadinya.

Orang-orang Salaf takut bahwa kebanyakan orang-orang begitu lemah untuk berdiri tegak di depan penguasa, tetapi malah akan terpengaruh oleh kekuasaannya dan kekayaan, dengan demikian menjustifikasi dan  mengkompromikan dien dengan penguasa, dimana persis dengan apa yang kita lihat di hari ini pada “ulama” kita. Betapa bijaknya orang-orang Salaf dan betapa bodohnya (sebahagian besar) Khalaf (ulama masa kini).

Wallahu’alam bis showab!

Popularity: 8% [?]

About the Author

abah has written 301 stories on this site.

10 Comments on “Ulama Penguasa”

  • antimaling wrote on 17 February, 2010, 12:54

    bgm dg ulama-ulama yg menyeru pd Perdamaian,saling berkasih sayang dgn semua manusia????? apakah mrk termasuk katagori ulama penguasa juga?

  • insan kamil wrote on 18 February, 2010, 11:51

    belum tentu ulama seperti itu masuk kategori ulama penguasa, karena tidak semua ulama penguasa memiliki pemahaman semacam itu, begitu juga sebaliknya. Ulama semacam itu, adalah mereka yang tidak faham hakikat dien ini. Akidah Al-Walaa’ wal Baraa’, bila mereka fahami maka akan menimbulkan sosok pribadi muslim yang berkarakter Keras terhadap orang-orang kafir dan lemah lembut terhadap sesama muslim, bukan malah sebaliknya.

  • abu zahra wrote on 26 March, 2010, 9:06

    Apalagi penguasa PANCASILA yg jelas2 dari bahasa aja bahasa Hindu. kafir ardhi.

  • Abu Nizar wrote on 22 April, 2010, 2:28

    Bgmn dng ulama2 salafi yg membackup negara sauadi?? termasuk ulama penguasa sprti apakah??

  • Abu Irhab wrote on 22 April, 2010, 2:32

    ada surat terbuka dari pahlawan tauhid untuk para muwahhid dari balik jeruji. silakan klik http://www.lintastanzhim.wordpress.com

  • Hanif wrote on 24 May, 2010, 23:47

    antum mengambil kesimpulan bahwa y benar itu ulama yang di dalam bui, dari mana antum mendapatkan kaedah seperti ini? bukankah hadits yang antum bawakan ini termasuk ulama y hadits y mengajar disaudi?, bukankah ALLAH berfirman y intinya : hendaknya sebagian dari kalian pergi belajar, apabila sebagian saudara kalian kembali dari berjihad akan ada y memberikan pencerahan kepada mereka dengan ilmu!!!!!! jihad membutuhkan ilmu wahai saudaraku….

  • abu_naufal wrote on 17 June, 2010, 15:24

    sepengethuan saya ada 3 golongan ulama:; 1. Ulama su (jahat) yang mengajak kepada kebatilan dan menyesatkan umat, 2. Ulama yang dekat dengan penguasa/pro kepada penguasa demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. 2. Ulama sebagai pewaris para Nabi.
    adapun salah-satu ciri-ciri ulama pewaris para nabi adalah ulama yang berani menentang penguasa yang menentang hukum Allah SWT demikianlah jalan hidup para Nabi, contohnya Nabi Ibrahim menentang penguasa pada saat itu hingga harus menjalani hukum dibakar oleh Raja penguasa saat itu, contoh lain, Nabi Musa yang menentang Fir’aun juga Nabi besar Muhammad SAW yang menentang penguasa kaum Quraisy hingga harus menerima berbagai macam cobaan. demikian juga ulama sebagai penerus para Nabi harus berani menegakkan kebenaran dan menentang kebatilan walaupun harus menghadapi resiko “dimusuhi oleh penguasa”.. adakah ulama pewaris para Nabi di sekitar kita saat ini?

  • wahyu wrote on 20 June, 2010, 3:22

    Yang benar datang pasti dari Alloh yang maha pengasih, penyayang dan pengampun. Sungguh keteguhan iman dalam hati manusia hanya Alloh dan pribadinnya yang paling mengetahui. Setiap manusia tidak ada yang luput dari dosa, istigfar mudah2 an terhindar dari fitnah dunia dan azab akhirat. Pesan Rosululloh SAW Hijrah dari kebatilan ke pada kebenaran Tauhid dan berpegang teguh pada Alqur-an dan Assunnah. Dakwah pada Tauhid dengan menjalankan syariah islam yang benar , Jihad bi amwalikum wa anfusikum – untuk menegakkan kalimah syahadah, hukum-hukium Alloh SWT dan Rosul-Nya. Bukan hukum buatan manuasia!!!! apapun resikonya.

  • yudi wrote on 3 July, 2010, 0:41

    itulah yang terjdi sekarang, ulama diam atas kekejian para rejim. padahal ulama salaf berani mengatakan yang haq di depan para penguasa. bagaimana imam ahmad dan iman abu hanifah tidak takut dengan para penguasa, mereka hanya takut pada ALLAH. mereka berani mengoreksi kesalahan penguasa dengan teguran mereka yang keras dan hujah yang nyata

  • ahmad AA wrote on 8 July, 2010, 15:24

    Utk sdrku Hanif :
    Saat ini kita bisa menyaksikan sendiri (dg mata & kepala kita), byk saudara2 kita (di dlm negeri & luar negeri) yg dijebloskan ke penjara dan dikejar2 dg tuduhan teroris hanya krn menyeru penguasa utk menjauhi thoghut dan beriman pd ALLOH SWT.

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Created On; 2010 ALMUHAJIRUN. All rights Lillah Rabbil Alamin.
Provided by Best Serving To Others |