<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ALMUHAJIRUN</title>
	<atom:link href="http://almuhajirun.net/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almuhajirun.net</link>
	<description>The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 06:53:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Syekh Feiz Muhammad : Serukan Penggal Kepala Geerts Wilders</title>
		<link>http://almuhajirun.net/?p=1555</link>
		<comments>http://almuhajirun.net/?p=1555#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 06:50:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abah</dc:creator>
				<category><![CDATA[International News]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almuhajirun.net/?p=1555</guid>
		<description><![CDATA[Amsterdam (Almuhajirun) – Sebuah peryataan tegas disampaikan oleh ulama haq asal Australia, Syekh Feiz Muhammad. Melalui audio berbahasa Inggris dan dikutip Koran Belanda “De Telegraf”, beliau menyerukan agar siapapun yang melecehkan Islam, sebagaimana yang dilakukan Geert Wilders harus dipenggal kepalanya. Berhati-hatilah kau Wilders!
Geert Wilders, Sang Penghina Islam
Seorang ulama ternama Australia menyerukan pemenggalan kepala politikus anti-Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Amsterdam (Almuhajirun) </strong>– Sebuah peryataan tegas disampaikan oleh ulama haq asal Australia, Syekh Feiz Muhammad. Melalui audio berbahasa Inggris dan dikutip Koran Belanda “De Telegraf”, beliau menyerukan agar siapapun yang melecehkan Islam, sebagaimana yang dilakukan Geert Wilders harus dipenggal kepalanya. Berhati-hatilah kau Wilders!<span id="more-1555"></span></p>
<p><strong>Geert Wilders, Sang Penghina Islam</strong></p>
<p>Seorang ulama ternama Australia menyerukan pemenggalan kepala politikus anti-Islam asal Belanda, Geert Wilders. Demikian tulis koran terbesar di Belanda, //De Telegraaf, mengutip pidato ulama Australia, Syekh Feiz Muhammad.</p>
<p>Dalam klip audio berbahasa Inggris, dalam pidatonya, ulama kelahiran Sydney itu menyebut Wilders sebagai setan. Dia menyerukan agar siapa pun yang melecehkan Islam seperti yang dilakukan Wilders harus dipenggal kepalanya.</p>
<p>Namun *De Telegraaf* tidak menyebutkan kapan pidato itu disampaikan oleh Feiz. Koran itu hanya mengungkapkan pihaknya dan dinas rahasia Belanda telah mempunyai salinan pidato tersebut.</p>
<p>Wilders merupakan pemimpin Partai Kebebasan. Partainya mendapat dukungan suara yang cukup besar pada pemilihan 9 Juni lalu di Belanda. Saat ini,partainya sedang bernegosiasi untuk membentuk pemerintahan minoritas Belanda dengan Partai Liberal dan Kristen Demokrat. Jejak pendapat memperlihatkan, Wilders akan memenangi pemilu jika pemilu digelar sekarang.</p>
<p><strong>Bersiaplah Kau Wilders!<br />
</strong><br />
Kepada *Reuters*, Wilders mengaku berita itu sangat buruk bagi dirinya. Dia menganggap serius ancaman yang disampaikan tersebut. &#8221;Saya akan meminta klarifikasi Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Belanda mengapa dinas rahasia dan unit anti terorisme NCTb tidak memberitahu saya dan apa konsekuensinya bagi saya,&#8221; katanya melalui email.</p>
<p>Wilders kerap mengeluarkan pernyataan yang melecehkan Islam. Bahkan, dia pernah membuat film yang melecehkan Alquran pada 2008. Bahkan dia pernah menyamakan Islam dengan fasisme, dan Alquran dipandangnya tak beda dengan buku karya Adolf Hitler, &#8216;Mein Kampf&#8217;. Politikus ini sekarang masih menghadapi pengadilan di Belanda dengan tuntutan telah menghasut, menyebarkan kebencian, dan bersikap diskriminasi terhadap Muslim.</p>
<p>Source : Republika</p>
<img src="http://almuhajirun.net/?ak_action=api_record_view&id=1555&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almuhajirun.net/?feed=rss2&amp;p=1555</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengakhiri Ramadhan ?</title>
		<link>http://almuhajirun.net/?p=1552</link>
		<comments>http://almuhajirun.net/?p=1552#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 06:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almuhajirun.net/?p=1552</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan segera berakhir. Hikmah apa yang bisa kita ambil dengan berakhirnya Ramadhan ? Bagaimana Mengakhiri Ramadhan ?
Dalam Islam, sebuah amal bahkan hidup kita akan ditentukan bagaimana kita mengakhirinya. Kita mengenal istilah khusnul khatimah dan juga su’ul khatimah. Dalam sebuah hadits Rosulullah saw. bahkan menegaskan bahwa setiap amal itu sangat tergantung bagaimana kita mengakhirinya (selain niat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ramadhan segera berakhir. Hikmah apa yang bisa kita ambil dengan berakhirnya Ramadhan ? Bagaimana Mengakhiri Ramadhan ?<span id="more-1552"></span></p>
<p>Dalam Islam, sebuah amal bahkan hidup kita akan ditentukan bagaimana kita mengakhirinya. Kita mengenal istilah khusnul khatimah dan juga su’ul khatimah. Dalam sebuah hadits Rosulullah saw. bahkan menegaskan bahwa setiap amal itu sangat tergantung bagaimana kita mengakhirinya (selain niat ikhlas lillahi ta’ala tentunya) :</p>
<p>“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar telah beramal dengan amalan ahli neraka padahal sesungguhnya ia termasuk ahli surga, dan beramal dengan amalan ahli surga padahal ia termasuk ahli neraka. Dan sesungguhnya amal-amal itu tergantung penutupannya.” (HR. Al-Bukhari dari Sahl bin Muadz)</p>
<p>Ibnu Hajar berkata dalam syarhnya, Ibnu Bathal berkata, “Bahwa tidak diketahinya akhir suatu amal dari seorang hamba memiliki hikmah yang luar biasa dan didikan yang halus, karena sekiranya seseorang tahu bahwa ia selamat, niscaya ia akan berbangga diri dan bermalas-malasan. Namun bila ia termasuk orang yang binasa (karena adzab), akan bertambah kedurhakaannya. Sehingga tidak diketahuinya akhir sebuah amal, agar orang selalu berada dalam keadaan <em>khauf </em>dan <em>raja’ </em>(berharap) (Fathul Bari Juz II hal 330).</p>
<p>Lihatlah kisah <em>khusnul khatimah </em>(akhir amal yang baik) pada seseorang yang telah membunuh 100 orang dan Allah memberi taubat atasnya, sehingga bumi dilipat untuknya.</p>
<p>Juga kisah seorang musyrik di masa Nabi Saw. Ketika itu, salah seorang dari orang-orang musyrik yang bernama Mukhayrit datang kepada Rasulullah SAW, dia menempuh perjalanan dan ketika sampai di Madinah dia tidak mendapati siapapun. Mereka semua bersama Nabi berada di Uhud, lalu dia pergi ke Nabi dan memeluk Islam dengan benar di Medan Perang, dan dia terbunuh di Medan Perang. Abu Hurairah r.a. menunjuk kepadanya sebagai seseorang yang melakukan hal yang sangat sedikit akan tetapi memperoleh pahala yang besar. Nabi SAW berkata bahwa Mukhayrit adalah orang yahudi yang terbaik karena dia berperang dan menjadi syahid (<em>khusnul khatimah</em>)</p>
<p>Perhatikan pula kisah <em>suul khatimah </em>(akhir amal yang buruk) setelah melalui amal shalih yang menimpa kaum yang berjihad bersama Nabi dan dikabarkan mereka masuk neraka. ”Dari Abdullah bin Umar, ”Adalah seorang laki-laki yang masih termasuk kerabat Nabi yang dikenal dengan nama Kirkirah. Ketika ia meninggal, Nabi bersabda, ”Dia di neraka.” Orang banyak pun pergi mendatanginya dan mendapatkannya bersama mantel yang ia curi.” (HR Bukhari).</p>
<p>Rosulullah saw. dalam hadits yang lain juga menasihati para sahabat agar takut atau hati-hati terhadap seluruh amal mereka. Hal ini karena tidak ada seorang pun yang akan ‘selamat’ dari amal perbuatannya, bahkan Nabi saw. sendiri. Rosulullah saw. bersabda :</p>
<p><em>“ Tidak seorang pun diantara kalian yang akan selamat karena amalnya.” </em>(HR.Muslim dan Abu Hurairah)</p>
<p><em>“ Berlaku luruslah kalian, berkatalah yang halus, dan tebarkanlah kabar gembira, sesungguhnya tidaklah seseorang akan masuk Jannah karena amalnya. “Mereka berkata, “Tidak juga Engkau wahai Rasulullah ? Nabi berkata, “Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmat-Nya kepadaku.” </em>(HR. Al-Bukhari dari Aisyah)</p>
<p>Ibnu hajar berkata, “Dan sesungguhnya surga tidak dimasuki seseorang karena amalannya tetapi dengan rahmat Allah.</p>
<p>Ketakutan dan kekhawatiran terhadap amal-amal kita  dikarenakan dua sebab :</p>
<p>1.Karena amal-amal itu tergantung penutupnya (khatimah) sedangkan kita tidak tahu dengan apa amalan kita akan ditutup (<em>su’ul khatimah </em>atau <em>khusnul khatimah</em>)</p>
<p>2. Jika seandainya amal penutupnya adalah kebaikan, maka kita tetap khawatir akankah amal kita tersebut diterima ? Karena amal itu terkadang <em>dhahirnya </em>kelihatan baik dan sempurna, namun sesungguhnya disana ada cacat yang tersembunyi yang menjadikan tertolaknya amal di sisi Allah seperti <em>riya, ujub, masna </em>(mengungkit-ungkit pemberian), makan harta haram dan lain-lain.</p>
<p>Untuk itu, bagaimana kita mengakhiri Ramadhan ini menjadi penting dan menjadi indikasi bagaimana kualitas Ramadhan kita kali ini. Barangsiapa telah berbuat baik di bulan Ramadhan hendaklah menyempurnakan kebaikannya, dan barangsiapa berbuat jahat hendaklah ia bertobat dan menjalankan kebaikan pada sisa-sisa umurnya.</p>
<p>Barangkali tidak akan menjumpai lagi hari-hari Ramadhan setelah tahun ini. Maka hendaklah diakhiri dengan kebaikan dan senantiasa melanjutkan perbuatan baik yang telah dilakukan di bulan Ramadhan pada bulan-bulan lain. Karena Rabb yang memiliki bulan-bulan itu hanyalah satu, dan Dia mengawasi kita dan menyaksikan kita. Dan Dia memerintahkan kita untuk taat sepanjang hayat.</p>
<p>Ada kesalahfahaman pada umat dimana mereka ‘menyembah’ Ramadhan dan bukan menyembah Allah SWT., Artinya, di bulan Ramadhan dia begitu ta’at dan memenuhi seluruh perintah Allah SWT., dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Akan tetapi, selepas Ramadhan, maka hilanglah ketaatannya kepada Allah SWT.</p>
<p>Barangsiapa menyembah Ramadhan maka sesungguhnya bulan Ramadhan ini telah dan akan habis. Tetapi barangsiapa yang menyembah Allah maka sesungguhnya Allah itu Maha Hidup, tidak mati. Maka teruskanlah beribadah kepada-Nya dalam segala waktu dan seluruh bulan, tidak hanya Ramadhan.</p>
<p>Sebagian ulama salaf ditanya tentang kaum yang tekun beribadah hanya di bulan Ramadhan, tetapi setelah usai, mereka meninggalkannya dan berbuat buruk. Maka dijawab: Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan. Ya, benar. Karena orang yang mengenal Allah tentunya ia akan takut kepada-Nya setiap waktu (bukan hanya di bulan Ramadhan).</p>
<h4>“Gembira” mengakhiri Ramadhan</h4>
<p>Orang mukmin bergembira dengan selesainya Ramadhan karena telah memanfaatkan bulan itu untuk ibadah dan taat, maka dia mengharap pahala dan keutamaannya. Sedang orang munafik bergembira dengan selesainya bulan itu karena akan berangkat untuk bermaksiat dan mengikuti syahwat yang selama Ramadhan itu telah terkungkung.</p>
<p>Oleh karena itu orang mukmin melanjutkan kegiatan setelah bulan Ramadhan dengan istighfar, takbir dan ibadah, namun orang munafik melanjutkannya dengan maksiat-maksiat, hura-hura, pesta-pesta musik dan nyanyian karena girang dengan berpisahnya Ramadhan dari mereka. Maka bertaqwalah kepada Allah wahai hamba Allah, dan berpisahlah dengan Ramadhanmu dengan taubat dan istighfar.</p>
<h4>Menutup Ramadhan</h4>
<p>Wahai hamba Allah, termasuk hal yang disyari’atkan Allah dalam menutup Ramadhan yang diberkahi itu adalah shalat ‘ied dan membayar zakat fitrah sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala atas telah ditunaikannya kewajiban puasa. Sebagaimana Allah mensyari’atkan shalat ‘iedul Adha sebagai tanda syukur kepada-Nya atas penunaian kewajiban ibadah haji. Keduanya adalah Hari Raya Islam. Telah diriwayatkan secara shahih dari Nabi saw bahwa beliau ketika datang di Madinah penduduknya mempunyai dua hari yang mereka itu bermain-main di hari itu, beliau bersabda:</p>
<p><em>“Sungguh Allah telah mengganti untuk kalian dua hari tersebut dengan yang lebih baik daripada keduanya, (yaitu) hari (raya) kurban dan hari (raya) fitri.”</em></p>
<p>Maka tidak boleh menambahi dua hari raya ini dengan mengadakan hari-hari raya baru yang lain.</p>
<p>Hari raya dalam Islam itu disebut ‘ied (kembali) karena dia itu kembali dan berulang-ulang lagi setiap tahun dengan kegembiraan dan kesenangan, karena karunia yang telah Allah mudahkan berupa pelaksanaan ibadah puasa dan haji, yang keduanya itu (ibadah puasa dan haji) adalah termasuk rukun Islam.</p>
<p>Dan karena Allah SWT mengembalikan pada dua hari raya itu atas hambanya dengan kebaikan, dan membebaskan dari api Neraka. Sungguh Nabi saw telah memerintahkan khalayak umum, sampai wanita-wanita sekalipun, agar keluar untuk shalat ‘ied. Kaum wanita disunnahkan menghadirinya tanpa pakai wewangian, tidak berpakaian dengan pakaian hias dan pakaian yang menarik perhatian, dan tidak bercampur aduk dengan lelaki. Sedang wanita yang sedang haidh agar keluar untuk menghadiri da’wah (khutbah) dan menjauhi tempat shalat.</p>
<p>Keluar untuk shalat ‘ied itu adalah menampakkan syiar Islam dan menjadi suatu pertanda yang nyata, maka bersemangatlah untuk menghadirinya wahai orang yang dirahmati Allah. Karena sesungguhnya ‘ied itu termasuk kesempurnaan hukum-hukum pada bulan yang diberkahi ini. Upayakanlah betul-betul untuk khusyu’, ghaddhul bashar (menjaga pandangan dari yang haram), Hendaklah menjaga lisan dari omong kosong, porno, dan bohong. Juga jagalah pendengaran dari mendengarkan perkataan yang tak karuan, nyanyian-nyanyian, musik, dan mendatangi pesta hura-hura dan permainan yang diadakan oleh sebagian orang bodoh. Karena seharusnya ketaatan itu diikuti dengan ketaatan pula, bukan sebaliknya. Oleh karena itu Nabi saw mensyari’atkan bagi ummatnya untuk menyambung puasa Ramadhan itu dengan puasa sunnat 6 hari di bulan Syawwal.</p>
<p>Bahwasanya Nabi saw bersabda:</p>
<p><em>“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dan diikuti dengan (puasa sunnah) enam hari dari Bulan Syawwal maka seakan-akan ia berpuasa setahun.”</em> (HR. Muslim).</p>
<p>Yakni dalam hal pahala dan lipat gandanya. Karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, maka satu bulan Ramadhan dibalas 10 bulan, sedang 6 hari di Bulan Syawwal dibalas dua bulan. Jadi seluruh bulan dalam setahun itu seakan-akan dipuasai oleh orang Muslim apabila ia telah puasa Ramadhan dan kemudian diteruskan dengan 6 hari dari bulan Syawwal (setelah ‘ied). Insya Allah.</p>
<p>Wallahu’alam bis showab!</p>
<img src="http://almuhajirun.net/?ak_action=api_record_view&id=1552&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almuhajirun.net/?feed=rss2&amp;p=1552</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masya Allah, Ustadz Aman-hafidzahullah-Diancam Penjara 15 Tahun!</title>
		<link>http://almuhajirun.net/?p=1548</link>
		<comments>http://almuhajirun.net/?p=1548#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 03:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Local News]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almuhajirun.net/?p=1548</guid>
		<description><![CDATA[ Jakarta (Almuhajirun) – Masya Allah. Ustadz Aman, seorang ulama tauhid yang konsisten berdakwah di negeri ini akhirnya diancam penjara 15 tahun. Beliau didakwa terkaita kegiatan terorisme. Selain memberi bantuan dana bagi pelatihan militer Aceh kepada Dulmatin, Ustadz.
Ustadz Aman Abdurrahman alias Oman Rachman juga dituduh berperan membantu Dulmatin mendapatkan tumpangan setelah melarikan diri dari serbuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Jakarta (Almuhajirun) </strong>– Masya Allah. Ustadz Aman, seorang ulama tauhid yang konsisten berdakwah di negeri ini akhirnya diancam penjara 15 tahun. Beliau didakwa terkaita kegiatan terorisme. Selain memberi bantuan dana bagi pelatihan militer Aceh kepada Dulmatin, Ustadz.<span id="more-1548"></span></p>
<p>Ustadz Aman Abdurrahman alias Oman Rachman juga dituduh berperan membantu Dulmatin mendapatkan tumpangan setelah melarikan diri dari serbuan Detasemen khusus 88 Anti Teror Polri di Aceh.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan Ustadz Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman kembali disidangkan dalam keterakitannya dengan kasus Aceh . Kali ini,  Ustadz. Aman didakwa terlibat kegiatan latihan meliter di Aceh. Ustadz.Aman diancam hukuman 15 tahun penjara karena perannya sebagai perekrut Agus alias Mush’ab, Laode Hafizd dan seorang terdakwa serta peran lainnya sebagai penyumbang dana latihan militer di Aceh.</p>
<p>“Ketika sedang di Pasar Rebo dan pada saat itu Abu Haikal sedang membeli buah-buahan, Yahya alias Hamzah alias Abu Muhammad alias Joko Pitono alias Dulmatin menjelaskan kepada terdakwa bahwa kegiatan i’dat tadrib askari (pelatihan militer) di Aceh sudah diketahui aparat kepolisian. Lalu terdakwa tanyakan apa sebabnya, dan Dulmatin menjelaskan bahwa ternyata orang-orang Aceh itu tidak dapat dipercaya dan selanjutnya dia akan mengambil keputusan untuk memulangkan mereka semua,” ujar Jaksa penuntut Umum, Firmansyah saat membacakan dakwaan di Pengadilan negeri Jakarta Barat, Kamis (26/8/2010).</p>
<p>Tidak lama perbincangan antara keduanya berlangsung, maka seorang kawan Dulmatin lalu datang dan ketiganya pun bergegas ke Taman Tridaya Tambun, Bekasi. Disanalah, saat perjalanan menuju Masjid Ibnu Mas’ud di Depok untuk shalat subuh, Dulmatin menyampaikan permasalahannya, yang harus segera mencari kontrakan baru karena kontrakan rumahnya yang lama sudah habis.<br />
Dulmatin lalu mengungkapkan bahwa dirinya memerlukan tempat penginapan sementara untuk dirinya dan ketiga temannya untuk jangka waktu satu minggu sembari mujahid yang tewas dalam operasi penindakan Densus itu mencari tempat kontrakan baru.</p>
<p>“Terdakwa lalu minta pertimbangan Hari Budiman alias Abu Musa bagaimana kalau minta kesediaan Fauzi Syarif untuk dapat menerima mereka (Dulmatin dan tiga temannya). Lalu Hari Budiman alias Abu Musa menghubungi Fauzi Syarif.</p>
<p>Dalam pembicaraan tersebut, Hari Budiman alias Abu Musa menjelaskan bahwa ada empat orang tamunya terdakwa yang akan dibawa oleh Abu haikal untuk menginap di rumahnya (Fauzi) selama sepekan. Hari mengatakan mereka (Dulmatin dan kawan-kawan) tidak akan merepotkan masalah makanan karena mereka akan membeli sendiri. Kemudian Fauzi Syarif mengizinkannya,” papar jaksa.</p>
<p>Source : lintastanzhim/arrahmah.com</p>
<img src="http://almuhajirun.net/?ak_action=api_record_view&id=1548&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almuhajirun.net/?feed=rss2&amp;p=1548</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Muslim vs BNP/EDL (Kafir) in UK</title>
		<link>http://almuhajirun.net/?p=1543</link>
		<comments>http://almuhajirun.net/?p=1543#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 16:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almuhajirun.net/?p=1543</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="320" height="265" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/8h8B9e8hozg&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xd0d0d0&amp;hl=en_GB&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="320" height="265" src="http://www.youtube.com/v/8h8B9e8hozg&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xd0d0d0&amp;hl=en_GB&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<img src="http://almuhajirun.net/?ak_action=api_record_view&id=1543&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almuhajirun.net/?feed=rss2&amp;p=1543</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimanakah Al-Mu&#8217;tasim Hari Ini?</title>
		<link>http://almuhajirun.net/?p=1541</link>
		<comments>http://almuhajirun.net/?p=1541#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 16:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almuhajirun.net/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu, di masa keemasan Islam, ada seorang teladan abadi sepanjang masa. Dia adalah khalifah al-Mu’tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 Masehi). Dialah yang menyambut seruan seorang muslimah yang dilecehkan tentara Romawi dengan mengirimkan pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah dan melibas seluruh tentara kafir Romawi di sana hingga bebaslah sang muslimah tadi dari tawanan Romawi. Kini, ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu, di masa keemasan Islam, ada seorang teladan abadi sepanjang masa. Dia adalah khalifah al-Mu’tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 Masehi). Dialah yang menyambut seruan seorang muslimah yang dilecehkan tentara Romawi dengan mengirimkan pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah dan melibas seluruh tentara kafir Romawi di sana hingga bebaslah sang muslimah tadi dari tawanan Romawi. Kini, ketika ribuan muslimah dan muslim ditawan tentara-tentara kafir, dimanakah Al-Mu’tasim hari ini?<span id="more-1541"></span></p>
<p><strong>Teladan Heroik Pejuang Muslim </strong></p>
<p>Kisah heroik Al-Mu’tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, dalam judul Penaklukan kota Ammuriah.</p>
<p>Ketika itu, al-Mu’tasim, khalifah di masa Bani Abbasiyah, sedang memegas gelas untuk minum ketika didengarnya seorang muslimah dilecehkan oleh tentara Romawi. Khalifah pun langsung berseru kepada panglima perangnya agar bersiap menuju Ammuriah, tempat dimana muslimah tersebut berteriak meminta tolong.</p>
<p>Konon, muslimah itu keturunan Bani Hashim dan sedang berbelanja di sebuah pasar di kawasan negeri di bawah kekuasaan Romawi, di utara benua Asia, yakni tepatnya di kota Ammuriah, kawasan Turki hari ini. Di saat sedang berjalan itulah, sang muslimah diganggu oleh seorang lelaki Romawi dengan menyentuh ujung jilbabnya hingga dia secara spontan berteriak : “Wa Mu’tashamah….!!!” Yang juga berarti “Dimana kau Mu’tasim…Tolonglah Aku”</p>
<p>Teriakan muslimah tersebut akhirnya sampai ke telinga Khalifah al-Mu’tasim. Puluhan ribu tentara pun digelar mulai dari gerbang ibukota di Baghdad hingga ujungnya mencapai kota Ammuriah. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.</p>
<p>Catatan sejarah menyatakan bahwa ribuan tentara Muslim bergerak di bulan April, 833 Masehi dari Baghdad menuju Ammuriah. Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu’tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.</p>
<p>Hanya seorang Muslimah yang dilecehkan kafir Romawi dan berteriak ‘Wahai Mu’tasim” maka sang khalifah tersentuh hatinya dan terbakar ghiroh Islamnya sehingga dilancarkanlah serangan penaklukan ke Ammuriah hingga sang Muslimah akhirnya bisa dibebaskan. Allahu Akbar!</p>
<p><strong>Sejak Dahulu Kaum Muslimin Wajib Dibela!</strong></p>
<p>Pada zaman Nabi Muhammad SAW, dikisahkan ada seorang tukang emas Yahudi Bani Qainuqa menganiaya kehormatan seorang Muslimah dengan mengikat pinggir bajunya sehingga menyebabkan tubuhnya tersingkap. Saat itu, seorang pria Muslim kebetulan berada di sana dan membunuh orang Yahudi itu. Kemudian orang-orang Yahudi membalas dengan membunuh orang muslim itu. Keluarga pria itu memanggil kaum Muslimin untuk membantu dan Nabi SAW., mengirimkan pasukan melawan mereka dan setelah 15 hari pengepungan seluruh suku Bani Qainuqa diusir dari Madinah. Subhanallah!</p>
<p>Di masa Khalifah Umar bin Abdul-Aziz, beliau pernah mengirim surat kepada para tahanan perang Muslim di Konstantinopel. Beliau mengatakan kepada mereka:</p>
<p><em>“Kamu menganggap dirimu sebagai tahanan perang. Padahal kamu bukan tahanan perang. Kamu terkunci di jalan Allah. Aku ingin kamu tahu bahwa setiap kali aku memberikan sesuatu kepada kaum Muslim, aku memberikan lebih banyak untuk keluarga kamu dan aku mengirimkan sekitar 5 dinar untuk setiap salah satu dari kamu dan seandainya bukan karena aku takut bahwa diktator Romawi akan mengambilnya dari kalian, aku akan mengirimkan lebih. Aku juga telah mengirim banyak untuk menjamin pembebasan setiap salah satu dari kalian tanpa memikirkan berapa biayanya. Jadi bersukacitalah! Assalamu Alaikum. “</em></p>
<p><strong>Dimanakah Al-Mu’tasim Hari Ini?<br />
</strong></p>
<p>Kini, berapa banyak Muslimah yang dilecehkan kehormatannya oleh kuffar ? Berapa banyak Muslimah yang berteriak meminta tolong dari kedzoliman yang dideritanya? Berapa banyak kaum Muslimin yang ditawan pemerintahan kafir maupun pemerintahan murtad ? Bukankah sudah terdengar teriakan mereka dari penjara di Guantanamo (Cuba), Abu Gharib (Irak), Bagram (Afghanistan), Gaza (Palestina) Nusa Kambangan (Indonesia), dan penjara-penjara Amerika dan Inggris di seluruh dunia. Dimanakah Al-Mu’tasim hari ini?</p>
<p>Bukankah saudari Muslimah kita Afia Siddiqui sudah berteriak meminta pertolongan dari penjara pemerintahan Pakistan? Juga saudara Muslimah kita, Putri Munawaroh berteriak meminta pertolongan dari kedzoliman penjara Mako Brimob?</p>
<p>Bukankah Rasulullah SAW., bersabda,</p>
<p><strong>“Berikanlah makan pada seseorang yang merasa lapar, kunjungilah seseorang yang sakit dan bebaskanlah seseorang yang ditawan.”</strong></p>
<p>Beliau SAW., juga bersabda,</p>
<p><strong>“Adalah sebuah kewajiban bagi Muslim dari harta mereka untuk membebaskan orang-orang yang berada dalam tahanan dan membayar  tebusan.”</strong></p>
<p>Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,</p>
<p><strong>“Jika mereka menahan seorang Muslim, adalah sebuah kewajiban kita untuk tetap memerangi mereka sampai mereka membebaskan mereka atau mereka di musnahkan,”</strong></p>
<p>dan dia juga berkata,</p>
<p><strong>“Membebaskan Muslim dari tahanan adalah salah satu kewajiban yang besar dan membelanjakan kekayaan untuk membebaskan mereka adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah yang paling baik.”</strong></p>
<p>Sahabat Umar Ibnu Khattab RA berkata,</p>
<p><strong>“Bagiku membebaskan seorang Muslim yang berada ditangan Musyirikin lebih aku sukai daripada seluruh Jazirah Arab.”</strong> (Shahih Shahabi Jilid. 3).</p>
<p>Sejarah Islam telah menorehkan dengan tinta emas kisah-kisah heroik dan tauladan abadi dari mereka-mereka yang membela kehormatan kaum Muslimin yang ditawan musuhnya. Khalifah al-Mu’tasim adalah salah satu contoh yang paling fenomenal dalam menanggapi panggilan seorang Muslimah yang didzolimi kaum kafir. Kini, kaum Muslimin di pelbagai penjuru dunia banyak dilecehkan dan ditawan di banyak penjara kaum kuffar. Lalu, dimanakah al-Mutasim hari ini?</p>
<p>Wallahu’alam bis showab!</p>
<p>Source : arrahmah.com</p>
<img src="http://almuhajirun.net/?ak_action=api_record_view&id=1541&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almuhajirun.net/?feed=rss2&amp;p=1541</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
